Padang I redaksisatu Pessel- Sebagai perguruan tinggi tertua di Sumatera Barat, Universitas Muhammadiyah Sumbar kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kesadaran bahwa ruang kelas bukan satu-satunya tempat lahirnya profesional hukum tampaknya benar-benar dipahami oleh kampus ini. Apalagi, perkembangan ilmu hukum saat ini bergerak sedemikian cepat sejalan dengan majunya teknologi dan informasi dunia.
Dalam semangat itulah, pada Selasa, 3 Desember 2025, Program Studi Hukum Keluarga (HK) Fakultas Agama Islam menyelenggarakan kuliah praktisi, menghadirkan dua narasumber berpengalaman:
Advokat. Nof Erika, SHI., C.Med., CPT, Sekretaris DPW APSI Provinsi Sumbar, dan
Dra. Burnalis, MA, Hakim Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Barat.
Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.30 hingga 16.30 WIB, dihadiri oleh Dekan FAI Dr. Syaflin Halim, Kaprodi HK Dr. Desi Asmaret, serta para dosen: Dr. Romi, Dr. Mursal, dan Dr. Firdaus.
Menyibak Peluang Besar Lulusan HK di Dunia Advokat
Dalam pemaparannya, Adv. Nof Erika menegaskan bahwa lulusan Hukum Keluarga sebenarnya memiliki posisi strategis dalam dunia advokat, khususnya pada lingkup Pengadilan Agama.

“Mahasiswa HK memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki sarjana hukum lain. Mereka mempelajari hukum keluarga secara mendalam—perceraian, harta bersama, gono-gini, hingga perdata khusus lainnya. Ini pasar yang jelas dan selalu ada di Pengadilan Agama,” jelasnya.
Nof menekankan bahwa perkembangan kasus perdata keluarga terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan bekal keilmuan yang tepat, lulusan HK memiliki peluang besar untuk meniti karier sebagai advokat yang spesialis namun tetap relevan di masyarakat.
Penguasaan Hukum Umum, Tantangan nyata
Meski demikian, ia tidak menutup mata bahwa terdapat tantangan yang harus diantisipasi mahasiswa HK: penguasaan hukum umum.
“Tamatan HK sering kali kurang piawai menghadapi perkara di Pengadilan Negeri. Padahal advokat tidak boleh memilih-milih kasus. Jika ingin profesional, harus terus belajar hukum umum, membaca banyak referensi, dan mengikuti perkembangan hukum nasional,” tegas Nof.
Baginya, profesionalisme seorang advokat hanya bisa lahir dari kemauan untuk terus mengasah keterampilan, tidak berhenti membaca, serta selalu membuka diri terhadap dinamika regulasi.
Universitas Muhammadiyah: Ciptakan Lulusan Andal, Unggul, dan Beriman
Dekan FAI, Dr. Syaflin Halim, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai kuliah praktisi merupakan langkah strategis untuk memperkuat keterampilan mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.
Senada dengan itu, Kaprodi HK, Dr. Desi Asmaret, menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan. “Kami ingin mencetak lulusan yang bukan hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan keimanan sebagai ciri khas Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” ungkapnya.
Kuliah praktisi dinilai menjadi jembatan ideal antara teori akademik dan realitas hukum yang dihadapi masyarakat. Dari semester satu hingga semester tujuh, mahasiswa HK diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman normatif, tetapi juga wawasan praktis yang memperkaya karakter keilmuannya.
Di Tengah Suasana Bencana, Komitmen Tak Surut
Kegiatan ini berlangsung di tengah situasi bencana yang membuat sebagian mahasiswa tidak dapat hadir. Meski demikian, semangat penyelenggara dan peserta yang hadir menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak boleh berhenti, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.
Justru, menurut panitia, kondisi tersebut memperlihatkan ketangguhan semangat akademik civitas UM Sumbar—bahwa membangun generasi berilmu dan beriman adalah ikhtiar panjang yang tidak ditunda oleh keadaan.
Kuliah praktisi Hukum Keluarga ini kembali menegaskan posisi Universitas Muhammadiyah Sumbar sebagai lembaga pendidikan yang tangguh dan visioner. Sebagai perguruan tinggi tertua di Sumbar, UM Sumbar terus berupaya melahirkan sumber daya manusia yang:
Unggul dalam ilmu, tangguh dalam profesionalisme, dan kokoh dalam nilai keislaman.
Di tengah pesatnya arus perubahan, UM Sumbar berdiri sebagai pilar pendidikan yang memastikan bahwa generasi muda Minangkabau tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral—sebuah kombinasi yang dibutuhkan Indonesia hari ini dan di masa depan. ( jeben )


Alhamdulillah pertemuan penuh berkah
Hangat dan gagap gempita gelorakan semangat berkemajuan